{"id":1464,"date":"2025-12-19T16:14:22","date_gmt":"2025-12-19T09:14:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jatimsatu.net\/?p=1464"},"modified":"2025-12-19T16:14:25","modified_gmt":"2025-12-19T09:14:25","slug":"konsep-3-j-pansus-bumd-jatim-evaluasi-kinerja-bumd-milik-pemprov","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/2025\/12\/19\/konsep-3-j-pansus-bumd-jatim-evaluasi-kinerja-bumd-milik-pemprov\/","title":{"rendered":"Konsep 3 J, Pansus BUMD Jatim Evaluasi Kinerja BUMD Milik Pemprov"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jatimsatu.net- Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur kembali melanjutkan rapat kerja hari kedua dengan menghadirkan Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU) beserta jajaran anak perusahaannya. Rapat digelar di Kota Batu, Malang, Kamis (18\/12\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Pansus BUMD DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, menegaskan bahwa pembenahan BUMD harus dilakukan secara serius dan terarah. Menurutnya, BUMD tidak bisa lagi berjalan tanpa arah bisnis yang jelas dan terukur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter Agung menilai, setiap BUMD wajib memiliki konsep bisnis yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah. Karena itu, Pansus mendorong evaluasi mendalam terhadap perencanaan, program, hingga capaian keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBUMD harus punya arah yang jelas. Jangan banyak kegiatan tapi tidak menghasilkan apa-apa,\u201d tegas Agung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim itu menyebutkan konsep 3J dalam evaluasi BUMD Jatim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, jelas performanya, baik dari sisi financial maupun non-financial. Kinerja BUMD tidak hanya diukur dari laba, tetapi juga tata kelola, kontribusi ekonomi, pelayanan publik, serta dampak sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, jelas program dan perencanaannya. Setiap BUMD harus memiliki arah usaha yang fokus, terukur, dan berbasis core business, bukan sekadar banyak kegiatan tanpa hasil nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, jelas profitnya. Keuntungan harus konkret, signifikan, dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan sekadar angka kecil yang tidak memberi nilai tambah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dia, tanpa kejelasan perencanaan, BUMD akan kesulitan menentukan fokus usaha. Begitu pula tanpa program dan chord bisnis yang tepat, aktivitas usaha hanya akan berjalan rutinitas tanpa nilai tambah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYang paling penting itu ujungnya. Harus jelas keuntungannya. Kalau profitnya kecil, ramai tapi tidak berdampak, itu tidak ada artinya bagi BUMD,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rapat tersebut, dokter Agung juga menyoroti data yang disampaikan manajemen PT PWU yang dinilai masih belum lengkap dan belum cukup mendalam. Karena itu, Pansus akan melakukan pendalaman lanjutan dengan memanggil kembali jajaran direksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni masih tahap awal. Rekomendasi Pansus nanti harus konkret, tapi tujuannya jelas, yakni perbaikan seluruh BUMD di Jawa Timur,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggota DPRD Jatim tiga periode itu menegaskan, Pansus BUMD tidak bertujuan menghakimi kinerja direksi maupun manajemen. Sebaliknya, Pansus ingin mengarahkan agar BUMD memiliki visi yang jelas, target yang terukur, dan dikelola secara lebih profesional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami ingin BUMD Jawa Timur lebih berdaya, lebih fokus, dan lebih profesional, sehingga mampu bersaing dan memberi manfaat nyata bagi daerah,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan evaluasi yang lebih mendalam ini, dokter Agung berharap kinerja BUMD Jawa Timur ke depan mampu meningkat secara signifikan dan tidak tertinggal dibandingkan provinsi lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBUMD Jawa Timur harus lebih berdaya, lebih profesional, dan mampu bersaing. Itu tujuan utama Pansus,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu,&nbsp; Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur, Ra Nasih Aschol, menilai kinerja BUMD holding bersama anak perusahaannya masih belum dapat disimpulkan secara utuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nasih mengatakan, Pansus masih membutuhkan pendalaman dan kajian lanjutan sebelum memberikan penilaian terhadap progres BUMD holding maupun anak usaha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHari ini kami memanggil PWU dan anak perusahaannya, tapi kami belum bisa menyampaikan seperti apa progresnya karena memang perlu pendalaman,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengungkapkan, dalam rapat terungkap masih adanya ketidaksinkronan antara holding dan anak perusahaan. Ketidaksinkronan tersebut terlihat pada sejumlah aspek strategis, termasuk pengelolaan aset.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAntara holding dan anak perusahaan terkadang masih belum sinkron, terutama soal aset,\u201d kata Nasih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, secara ideal holding seharusnya memberikan perhatian dan penguatan kepada anak perusahaan. Namun, tuntutan bisnis yang berorientasi pada profit kerap membuat fokus pengelolaan menjadi tidak seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKarena ini usaha yang profit oriented, tuntutan untuk mendapatkan keuntungan juga tinggi,\u201d tandasnya.(Wan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jatimsatu.net- Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur kembali melanjutkan rapat kerja hari kedua&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1465,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[250,249],"class_list":["post-1464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serbaserbi","tag-bumd","tag-pansus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1464"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1466,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1464\/revisions\/1466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}