{"id":2462,"date":"2026-04-10T11:51:37","date_gmt":"2026-04-10T04:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/jatimsatu.net\/?p=2462"},"modified":"2026-04-10T11:51:39","modified_gmt":"2026-04-10T04:51:39","slug":"lkpj-gubernur-2025-disorotipm-naik-tapi-kualitas-pendidikan-jatim-alami-kemunduran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/2026\/04\/10\/lkpj-gubernur-2025-disorotipm-naik-tapi-kualitas-pendidikan-jatim-alami-kemunduran\/","title":{"rendered":"LKPJ Gubernur 2025 Disorot,IPM Naik Tapi Kualitas Pendidikan Jatim Alami Kemunduran"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jatimsatu.net \u2013 Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur, , memberikan catatan kritis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur Tahun 2025. Ia menilai, capaian makro berupa kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak mencerminkan kondisi riil sektor pendidikan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, IPM Jawa Timur yang mencapai 76,13 atau naik 0,78 poin dari tahun sebelumnya memang patut diapresiasi. Namun, peningkatan tersebut dinilai tidak berbanding lurus dengan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang SMA\/SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau kita lihat lebih dalam, justru sektor pendidikan mengalami kemunduran. Literasi membaca hanya 49,89 persen dari target 59,94 persen, bahkan turun dari tahun sebelumnya. Numerasi juga stagnan. Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam proses pembelajaran,\u201d tegas Suli Da\u2019im,jumat, 10\/4\/2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggota Komisi E DPRD Jatim itu juga menyoroti tingginya angka anak usia 15\u201324 tahun yang tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan (NEET) yang mencapai 16,7 persen. Kondisi ini dinilai sebagai ancaman nyata terhadap masa depan generasi muda Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni alarm keras. Kita sedang menghadapi risiko kehilangan bonus demografi jika tidak ada intervensi serius, terutama di sektor pendidikan menengah,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai politisi senior yang telah empat periode menjabat anggota DPRD Jawa Timur, Suli Da\u2019im menilai problem pendidikan tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada tata kelola.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyinggung aksi demonstrasi siswa dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Ponorogo terkait penempatan kepala sekolah. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi indikator adanya kelemahan dalam sistem penunjukan kepala sekolah di lingkungan SMA\/SMK.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni tidak bisa dianggap kasus lokal. Ketika siswa dan guru turun ke jalan, itu artinya ada krisis kepercayaan. Mekanisme penunjukan kepala sekolah harus berbasis merit, bukan kepentingan lain,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menilai kualitas kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan mutu pendidikan. Jika proses penunjukannya bermasalah, maka dampaknya akan sistemik terhadap kualitas pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kritik Ketimpangan dan Minimnya Perhatian pada Pendidikan Inklusi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Suli Da\u2019im yang juga menjabat Ketua Umum IKA Umsura menyoroti ketimpangan akses pelatihan bagi guru, khususnya di sekolah swasta dan madrasah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDisparitas ini nyata. Guru swasta dan madrasah belum mendapatkan perhatian yang setara dalam peningkatan kapasitas. Ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menyoroti lemahnya perhatian terhadap pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Hingga saat ini, menurutnya, belum tersedia data presisi yang terintegrasi, termasuk dengan Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagaimana kita mau bicara pendidikan inklusi kalau datanya saja tidak akurat? Ini menyangkut hak dasar anak-anak kita yang paling rentan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terjebak Infrastruktur, Abaikan Substansi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, Suli Da\u2019im menilai arah kebijakan pendidikan Jawa Timur masih terlalu berfokus pada pembangunan fisik, seperti gedung dan fasilitas, sementara aspek kualitas pembelajaran dan pedagogi belum menjadi prioritas utama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita terjebak pada pembangunan infrastruktur, tapi abai pada kualitas guru, metode pembelajaran, dan kepemimpinan sekolah. Ini yang harus segera dikoreksi,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Suli Da\u2019im meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan, khususnya di jenjang SMA\/SMK dan pendidikan inklusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan, LKPJ tidak boleh hanya menjadi laporan administratif, tetapi harus menjadi momentum koreksi kebijakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIPM tidak boleh dijadikan alat pembenaran. Di balik angka itu, masih banyak anak yang belum mendapatkan pendidikan layak. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang lebih substantif dan berkeadilan,\u201d pungkasnya.(Yudhie)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jatimsatu.net \u2013 Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur, , memberikan catatan kritis terhadap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[336],"tags":[111,143],"class_list":["post-2462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","tag-jatim","tag-pan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2462"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2464,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2462\/revisions\/2464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatimsatu.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}