Jatimsatu.net- Wakil ketua komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif mengakui kalau ada keterbatasan anggaran untuk menambah perluasan operasional dari Trans Jatim di tahun 2026 nanti.
“Ini dampak dari efisiensi anggaran. Tentunya kami berusaha mengawal agar perluasan operasional Trans Jatim tetap berjalan. Kemungkinan bisa bertambah yaitu menunggu adanya P APBD “jelas politisi NasDem ini, Selasa (30/12/2025).
Kalaupun ada penambahan anggaran, ujar pria asal Kediri ini, untuk digunakan menambah koridor di Malang Raya.
Dia menjelaskan selama tahun 2025 ini, untuk anggaran Trans Jatim mencapai Rp 218 Miliar.
“Untuk pengoperasian Trans Jatim se Gerbang Kertasusila plus satu di Malang Raya dibutuhkan anggaran Rp Rp 259 Miliar,”jelasnya.
Komisi D DPRD Jatim, ungkapnya, akan terus mendorong pemprov untuk melakukan upaya-upaya agar ada penambahan anggaran untuk Trans Jatim.
“Sekarang lagi fokus untuk penambahan koridor dua dan tiga di Malang Raya. Baru kemudian menyentuh Bakorwil,” sambungnya.
Untuk bakorwil, lanjut Khusnul Arif, yang sudah siap untuk keberadaan Trans Jatim adalah Madiun dimana didalamnya eks karisidenan Kediri.
“Sekaligus nantiny menjemput moda transportasi udara yang sudah tersedia di bandara Doho Kediri,” jelasnya.
Sebelumnya, kadishub Jatim Nyono mengatakan pihaknya pada tahun 2026 hanya mengoptimalkan anggaran yang ada untuk operasional Trans Jatim yang sudah ada.
“Kalaupun ada anggarannya mungkin nambah di Malang Raya. Nunggu pada PAK nantinya bisa bertambah. Penambahan di Malang Raya karena permintaan bu gubernur Khofifah mengingat respon masyarakat disana tinggi,” jelasnya.(Setya)