+1.62%

S&O 500 5,382.45

-0.47%

US 10 Yr 400

+2.28%

Nasdaq 16,565.41

+2.28%

Crude Oil 16,565.41

-0.27%

FTSE 100 8,144.87

+1.06%

Gold 2,458.10

-0.53%

Euro 1.09

+0.36%

Pound/Dollar 1.27

Jumat, April 17, 2026

Kemarau Ekstrem di Jatim Di Depan Mata, Inilah Yang Harus Dilakukan Pemprov

by Tri Wahyudi
0 comments

Jatimsatu.net- Anggota komisi D DPRD Jatim Siadi mendorong pemprov untuk memaksimalkan pengerukan waduk di Jatim. Pasalnya ancaman kekeringan ekstrem sudah ada di depan mata.

“Perlu untuk dilakukan pengerukan massal untuk menyimpan air hujan sebanyak- banyaknya,”ujar politisi Golkar ini, sabtu (28/3/2026).

Menurut dia,pengerukan waduk kecil harus dimaksimalkan di berbagai kabupaten untuk memastikan cadangan air baku tetap tersedia selama puncak kemarau pada Agustus 2026.

” Perlu juga dikeluarkan kebijakan untuk mengatur debit keluar waduk besar seperti Waduk Sutami (Malang) dan Waduk Wonorejo (Tulungagung) agar distribusi air irigasi ke wilayah hilir tetap stabil,”jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Siadi, perlu juga operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan disiapkan sebagai langkah preventif untuk mengisi waduk hingga kapasitas maksimal sebelum memasuki fase puncak kekeringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan, 75 persen wilayah Jawa Timur akan lebih kering dan panjang pada musim kemarau 2026.

56,9 persen wilayah Jatim diprakirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.  Bahkan, sebagian wilayah bisa memulai lebih awal, yakni pada April 2026. 

Adapun wilayah lainnya baru memasuki musim kemarau pada Juni 2026. Puncaknya akan terjadi Agustus 2026 di mayoritas wilayah.

Sebanyak 56 zona musim atau sekitar 75,5 persen wilayah Jatim diprediksi akan memiliki sifat hujan di bawah normal selama musim kemarau. (Yudhie)

You may also like