+1.62%

S&O 500 5,382.45

-0.47%

US 10 Yr 400

+2.28%

Nasdaq 16,565.41

+2.28%

Crude Oil 16,565.41

-0.27%

FTSE 100 8,144.87

+1.06%

Gold 2,458.10

-0.53%

Euro 1.09

+0.36%

Pound/Dollar 1.27

Jumat, April 17, 2026

Gelontor Beasiswa Bagi Masyarakat Kurang Mampu, Mat Mochtar:  Unair Surabaya Kampus Favorit Masyarakat

by Tri Wahyudi
0 comments

Jatimsatu.net-  Tokoh masyarakat Jatim Mat Mochtar memberikan apresiasi atas komitmen dari civitas Unair Surabaya yang menerima dan menampung mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Hal ini diungkap Mat Mochtar ketika menghadiri pengukuhan Mochammad Galang Mochtar sebagai wisudawan cumlaude di universitas tersebut, Minggu (12/4/2026).

“Tentunya hal ini luar biasa karena pak rektor punya komitmen untuk siap mengantar mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu untuk menempuh pendidikan di Unair Surabaya dengan memberikan banyak beasiswa”jelasnya.

Mat Mochta mengungkapkan kampus Unair Surabaya menjais favorit bagi mahasiswa dari penjuru dunia.

“Buktinya, ada sejumlah negara melakukan pertukaran mahasiswa di Unair. Ada yang berasal dari Sudan dan sejumlah negara lainnya dari benua Afrika,” tuturnya.

 Universitas Airlangga (UNAIR) resmi mewisuda putra-putri terbaiknya. Prosesi wisuda pertama yang digelar di tahun 2026 ini diikuti 2.605 lulusan, mulai dari jenjang sarjana, magister, hingga doktoral. Momentum wisuda periode 261 tersebut terselenggara di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, pada Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026).

Rektor Unair Surabaya, Prof Madyan mengatakan dirinya  bangga atas pencapaian UNAIR di kancah nasional maupun internasional. Beberapa fakultas menduduki peringkat satu sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia seperti Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Kedokteran Hewan.

Tidak lupa, UNAIR menduduki peringkat 287 perguruan tinggi terbaik di dunia dan peringkat 4 di Indonesia berdasarkan QS WUR. Ia kembali mengingatkan bahwa peringkat bukan tujuan akhir tetapi komitmen UNAIR untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi. 

“Kebesaran sebuah universitas tidak hanya diukur dari infrastrukturnya. Tetapi dari sejauh mana para alumninya mampu memberikan makna dan kontribusi nyata bagi dunia,” ujarnya.(Aris)

You may also like