Jatimsatu.net — Warga Dusun Jombang Krajan, Desa/Kecamatan Jombang (sebelah utara Pabrik Gula Jombang Baru), sebelumnya telah berinisiatif memperbaiki kerusakan tanggul di Sungai Sekunder Gude-Ploso menggunakan dana swadaya masyarakat.
Namun, saat ini warga meminta agar pengeluaran dana swadaya tersebut dapat diganti oleh pihak pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Jawa Timur, Sumardi, menyatakan bahwa idealnya proses perbaikan tanggul harus melalui tahapan komunikasi terlebih dahulu dengan pemerintah.
”Ya, mestinya kan itu apa, dilakukan proses
atau tahapan komunikasi mestinya kan. Karena dulunya enggak diurus sama pemerintah,” ujar Sumardi saat dimintai tanggapan, jumat (14/8/2026)
Menurutnya, sebelum warga membangun atau memperbaiki secara mandiri, pihak terkait seharusnya menyampaikan kondisi kerusakan tersebut kepada pemerintah, terutama mengingat situasi saat ini di mana anggaran tidak bisa cair secara tiba-tiba.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tidak mungkin serta-merta mengeluarkan biaya tanpa adanya koordinasi awal terkait laporan dari warga.
Kendati demikian, politisi Golkar ini sebagai pihak legislatif memastikan akan tetap memberikan dukungan agar aspirasi serta realisasi penggantian biaya dari warga ini dapat direspons dan diperhatikan oleh pihak pemerintah.
Tanggul Sungai Sekunder Gude-Ploso di Dusun Jombang Krajan, Desa/Kecamatan/Kabupaten Jombang, tepatnya di sebelah utara Pabrik Gula Jombang Baru, mengalami kerusakan dan ambrol sejak sekitar dua tahun terakhir.
Kerusakan tanggul tersebut membuat warga di sekitar lokasi dihantui ancaman banjir setiap kali debit air sungai meningkat. Air bahkan disebut kerap meluber hingga masuk ke rumah warga.
Karena belum ada tindak lanjut perbaikan meski telah dilaporkan kepada pihak terkait, warga akhirnya berinisiatif memperbaiki tanggul secara swadaya menggunakan dana pribadi.(Setya)