Jatimsatu.net— Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Miseri Efendy, mengkritisi persoalan keadilan dalam pembangunan antarwilayah di Jawa Timur.
Menurutnya, disparitas atau kesenjangan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah besar karena kapasitas fiskal setiap daerah tidak sama.
Ia mencontohkan, wilayah seperti Gresik mungkin tidak perlu diragukan lagi perkembangannya. Namun, tantangan besar muncul saat melihat daerah-daerah seperti Mataraman, Madura, Situbondo, Trenggalek, hingga Pacitan yang dihadapkan pada efisiensi anggaran dan masalah kekeringan.
”Bagaimana kita akan membangun, bagaimana akan mengatasi kekeringan, bagaimana kita akan kasih suport atau sumber air bersih? Untuk gaji saja ngos-ngosan, ya kan?” ungkap politisi Demokrat ini, Kamis (29/10/2026).
Oleh karena itu, ia mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur agar lebih proaktif hadir di titik-titik daerah yang memiliki kapasitas fiskal sangat rendah. Wilayah seperti Madura, Situbondo, hingga daerah di Mataraman seperti Trenggalek dan Pacitan dinilai sangat membutuhkan intervensi langsung.
Miseri memperingatkan bahwa jika disparitas antar-daerah ini dibiarkan, maka kesenjangan tersebut lambat laun akan memicu kecemburuan sosial.
Sebagai solusi konkret, ia mendorong agar konsep Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur dalam merumuskan pembangunan kewilayahan dievaluasi total. Pembangunan ke depan harus mengusung konsep proporsional yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah, bukan disamaratakan.
Ia mengatakan evaluasi konsep perencanaan ini diyakini mampu mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pihaknya berharap masukan dan dorongan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Jatim guna membantu penyelesaian masalah di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian ekstra.(Yudhie)