Jatimsatu.net- Tokoh senior sekaligus loyalis pejuang pendukung Hj Megawati Soekarnoputri di Jatim Mat Mochtar bersama tokoh- tokoh lainnya menegaskan kembali komitmen dan konsistensinya bersama barisan pendukung dalam mengawal garis perjuangan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri.
Penegasan ini disampaikan di hadapan para tokoh senior pendukung Hj Megawati Soekarnoputri dalam sebuah forum konsolidasi di Surabaya, Minggu 1 November 2026.
Mat Mochtar mengenang kembali rekam jejak perjuangan mereka yang telah terjalin sejak tahun 1993.
Menurutnya, barisan pendukung setia telah membersamai Megawati melalui berbagai fase krusial perjuangan partai, mulai dari Kongres Luar Biasa (KLB), peristiwa di Palu, aksi di Pandaan, hingga peristiwa bersejarah 27 Juli 1996 (Kudatuli).
”Sejak tahun 93 sampai saat ini, kami tetap konsisten berada di barisan pendukung Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Mat Mochtar dalam keterangannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung dinamika politik lokal yang sempat memunculkan perbedaan pandangan di kalangan pendukung terkait pencalonan kepala daerah, baik tingkat wali kota maupun gubernur. Namun, perbedaan tersebut dinilai sebagai dinamika yang harus disatukan kembali demi menjaga keutuhan perjuangan.
”Kemarin-kemarin sempat ada kekecewaan karena perbedaan arah dukungan pada pencalonan kepala kota maupun gubernur. Ada yang tidak mendukung, ada yang dukung. Lah ini kita satukan kembali, karena partai ini sudah sadar bahwa ketika partai butuh, harus ada keselarasan dengan kemauan rakyat,” tegasnya.
Mat Mochtar juga menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi akar rumput. Baginya, suara rakyat adalah suara kebenaran yang harus diakomodasi oleh partai politik.
Sebagai bentuk regenerasi perjuangan, Mat Mochtar turut melibatkan anak-anak mudanya untuk meneruskan estafet loyalitas kepada Hj Megawati Soekarnoputri. Sejumlah nama seperti Muhammad Galang Mukhtar, Muhammad Raja Mukhtar, Muhammad Rafi Mukhtar, Citra Octavia Mukhtar, hingga Ratu Adilla Mukhtar turut diperkenalkan untuk memperkuat barisan pendukung lintas generasi.
Pertemuan konsolidasi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh senior dan mantan aktivis loyalis, di antaranya Pak Nasiri (Mantan Ketua Lasbandra/Laskar Banteng Madura), Pak Didik selaku konseptor PDIP Perjuangan, Pak Romo, Pak Slamet, Pak Anton, Pak Pur Tampaksari, serta puluhan tokoh senior lainnya yang telah membersamai perjuangan sejak era 1990-an.
Melalui konsolidasi ini, Mat Mochtar dan para tokoh senior Jatim berharap seluruh elemen pendukung tetap solid, tidak mudah goyah oleh dinamika politik praktis, dan terus berjalan satu komando di bawah kebijakan Hj Megawati Soekarnoputri.(Three)