Jurnalsatu.net- Pemerintah resmi menggelontorkan dana Rp 200 triliun ke empat Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai upaya memperkuat likuiditas dan mendorong akselerasi penyaluran kredit produktif. Langkah ini dinilai menjadi katalis positif juga bagi bank swasta.
“Tentunya kebijakan tersebut diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di tingkat daerah termasuk di Jawa Timur, “ungkap anggota komisi C DPRD Jawa Timur Mohammad Soleh, Sabtu (20/9/2025).
Politisi Demokrat ini mengatakan dengan adanya dana-dana tersebut, pihaknya berharap dibuka selebar-lebarnya pemberian kredit lunak bagi para pelaku UMKM di Jawa Timur.
“UMKM itu salah satu pilar penyanggah ekonomi di daerah. Jadi sudah selayaknya di bantu dengan kredit lunak.Para pelaku UMKM bisa ajukan kredit usaha dengan sistem yang mudah dan tentunya dengan angsuran yang ringan pula , “jelas pria penggemar olahraga ini.
Pria asal Mojokerto ini mengatakan dana tersebut bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM sebagai pembiayaan modal kerja di luar akses Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang telah diberikan alokasinya oleh pemerintah senilai Rp 280 triliun pada tahun ini.
Dengan adanya anggaran 200 T di Himbara. Tentunya potensi perekonomian di daerah bisa terbantu untuk menopang sektor-sektor produktif yang meningkatkan daya saing ekspor dan memperluas lapangan kerja
” Sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, dari total penempatan dana nganggur pemerintah di BI sebesar Rp 200 triliun itu, Bank Mandiri, BRI dan BNI mendapat alokasi terbesar, masing-masing Rp 55 triliun sejak Jumat (12/9/2025). Sementara itu, BTN mendapatkan alokasi Rp 25 triliun, dan BSI Rp 10 triliun.
Adapun sektor yang menjadi sasaran pembiayaan antara lain perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam dan energi terbarukan, infrastruktur, layanan kesehatan, manufaktur, kawasan industri, serta UMKM.(Yudhie)