Jatimsatu.net- Anggota DPRD Jatim Siadi mengatakan dua moda transportasi hasil inovasi Pemprov Jatim yaitu Trans Jatim dan Trans laut diharapkan dapat memberikan pemasukan bagi PAD Jatim 2026.
“Dua moda inovasi tersebut menjadi andalan Jatim disektor perhubungan. Kami mendorong tentunya ada tambahan di PAD mendatang,” katanya, selasa (17/2/2026).
Politisi Golkar ini mengungkapkan dari laporan Dishub Jatim ketika mengoperasikan Trans Jatim sudah menyetorkan PAD sebesar Rp 63 Miliar di tahun 2025.
“Dari nilai Rp 63 Miliar tersebut disumbang paling besar oleh Trans Jatim. Tentunya akan terus bertambah jika turut juga di operasikan Trans Laut. Otomatis ada penambahan PAD mengingat trans jatim dan trans laut sekarang jadi moda transportasi favorit di Jatim,” bebernya.
Siadi juga mengatakan selain mengandalkan dua hal tersebut, perlu ada inovasi lain dari Dishub Jatim untuk menambah PAD Jatim di tahun 2026.
“Bisa juga lebih dimaksimalkan fasilitas bus angkutan umum yang masuk terminal milik Pemprov lewat Terminal On System (TOS). Tentunya target Rp 100 Miliar jika semua ini dimaksimalkan tentunya bisa tercapai,” tandasnya.
Dua moda transportasi Jatim yaitu Trans Jatim dan Trans Laut menjadi andalan Dishub Jatim dalam menghasilkan pundi-pundi PAD Jatim.
“Kalau sekarang kami ditarget mencapai Rp 55 M. Dengan terobosan yang terus dan berinovasi tentunya ke depan bisa tembus Rp 100 M,” jelas Kadishub Jatim Nyono,selasa (27/1/2026) lalu.
Menurut Nyono, dengan untuk Trans Jatim sendiri akan terus ditambah dan dikembangkan.
“Sekarang ini masih terbatas anggaran, namun ketika nantinya ada tambahan anggaran maka target tran jatim di gerbangkertarsusila akan tercapai,” jelasnya.(Wan)