+1.62%

S&O 500 5,382.45

-0.47%

US 10 Yr 400

+2.28%

Nasdaq 16,565.41

+2.28%

Crude Oil 16,565.41

-0.27%

FTSE 100 8,144.87

+1.06%

Gold 2,458.10

-0.53%

Euro 1.09

+0.36%

Pound/Dollar 1.27

Selasa, April 21, 2026

Penipuan Berkedok Rekrutmen ASN Kembali Terjadi, Sumardi: Masyarakat Waspadalah

by Tri Wahyudi
0 comments

Jatimsatu.net- Kembali marak kasus penipuan dengan modus pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di sorot. Yang terbaru adalah peristiwa rekrutmen ASN palsu di lingkungan pemkab Gresik.

Anggota komisi A DPRD Jatim Sumardi mengatakan pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati atas informasi adanya rekrutmen ASN di lingkungan pemprov Jatim.

Menurut politisi Golkar ini, belajar dari kasus penipuan rekrutmen ASN di lingkungan pemkab Gresik lalu ke depan masyarakat jangan percaya akan informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Dilingkungan pemprov Jatim misalnya dimana Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim akan memberikan pengumuman secara resmi terkait rekrutmen ASN maupun PPPK. Diluar tersebut jangan percaya dan gratis tanpa ada pungutan biaya,”jelasnya.

Pria yang juga sekretaris  Depidar XII SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Jawa Timur ini mengatakan dalam pelaksanaan rekrutmen tersebut tentunya akan tidak calon pegawai titipan

“Tidak ada orang dalam atau pihak mana pun yang bisa menjamin kelulusan karena sistem menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang hasilnya bisa dipantau secara langsung melalui live streaming“jelasnya.

Kasus penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik baru-baru ini menghebohkan publik setelah sejumlah korban tertangkap membawa Surat Keputusan (SK) palsu saat akan mulai bekerja.

Hingga April 2026, pihak kepolisian dan BKPSDM Gresik tengah mendalami kasus yang melibatkan belasan korban ini. 

Para korban dijanjikan menjadi ASN setelah membayar sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah. Mereka kemudian diberikan SK pengangkatan palsu yang terlihat sangat meyakinkan.

Kasus ini terkuak pada Senin, 6 April 2026, ketika seorang wanita berinisial SE (atau SEP) datang ke kantor Setda Gresik dengan seragam dinas lengkap dan SK palsu untuk melapor di hari pertama kerja.

Berdasarkan laporan terbaru, tercatat ada sekitar 9 hingga 14 orang yang menjadi korban penipuan ini. Beberapa dari mereka sempat mengikuti apel pagi sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.(Trk)

You may also like