Jatimsatu.net–Pemerintah terus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Gresik.
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi berharap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jatim terus diperluas untuk menarik investasi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal.
Menurut Fuad, keberadaan KEK menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong masuknya investasi yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Jadi kalau misalnya untuk kawasan ekonomi khusus atau KEK itu memang hal yang kami sangat nantikan dan harapkan, apalagi bisa banyak tercipta di Jawa Timur,” kata Fuad di Gedung DPRD Jatim, Senin (15/6/2026).
Fuad menilai, kondisi perekonomian di Jawa Timur saat ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor informal.
Sektor informal yang dimaksud antara lain pekerjaan seperti pengemudi ojek online maupun pekerjaan lain yang penghasilannya bergantung pada aktivitas kerja harian dan tidak berbasis sistem penggajian tetap.
“Karena memang disadari atau tidak bahwa sekarang kondisi perekonomian Indonesia itu banyak sekali masyarakat itu yang masih bergantung kepada sektor informal,” ujar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut dia, peningkatan investasi menjadi salah satu cara untuk memperluas kesempatan kerja di sektor formal.
Karena itu, Fuad berharap semakin banyak investor yang memanfaatkan fasilitas yang tersedia di kawasan ekonomi khusus untuk mengembangkan usaha di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
“Makanya harapannya itu ke depan bisa makin banyak bentuk investasi-investasi yang masuk ke Indonesia. Yang mana nanti masuknya mereka menggunakan fasilitas dari KEK tersebut, supaya nanti itu bisa makin tercipta lapangan kerja yang dalam jumlah banyak,” kata dia.
Pada sisi lain, Fuad juga memandang masuknya investasi melalui KEK diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pekerja sektor informal dan formal.
Dengan bertambahnya lapangan kerja di pabrik maupun perusahaan, masyarakat yang selama ini bekerja di sektor informal memiliki peluang lebih besar untuk beralih ke sektor formal.(Yudhie)