+1.62%

S&O 500 5,382.45

-0.47%

US 10 Yr 400

+2.28%

Nasdaq 16,565.41

+2.28%

Crude Oil 16,565.41

-0.27%

FTSE 100 8,144.87

+1.06%

Gold 2,458.10

-0.53%

Euro 1.09

+0.36%

Pound/Dollar 1.27

Jumat, April 17, 2026

Agus Wahyudi: Tekan Dampak Ancaman Banjir Rob, Pesisir Madura Layak Dilakukan Mitigasi Lingkungan

by Tri Wahyudi
0 comments

Jatimsatu.net- BMKG Maritim menyampaikan banjir rob berpotensi melanda kawasan pesisir Jawa Timur periode 16-31 Januari 2026. Hal itu dipicu fase bulan baru yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Sejumlah wilayah pesisir di Jawa Timur yang berpotensi terdampak antara lain: Surabaya Utara, Benowo, Pelabuhan Tanjung Perak, Banyuwangi, Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan).

“Saya menghimbau nelayan dan masyarakat di pesisir khususnya di Madura untuk waspada dan berhati-hati,”ungkap anggota DPRD Jatim Agus Wahyudi, Minggu (18/1/2026).

Pria yang terpilih dari dapil Madura ini mengatakan banjir rob juga berpotensi mengganggu aktivitas di wilayah pesisir, seperti bongkar muat pelabuhan, hingga perikanan darat.

“Soalnya dari informasi yang saya dapat dari BMKG akibat banjir rob tersebut mengakibatkan genangan dengan ketinggian 10-30 cm. Jelas akan mengganggu aktifitas kegiatan nelayan di pesisir,” terangnya.

Ke depan, sambung Agus, mitigasi lingkungan merupakan bagian penting dalam meminimalkan dampak rob. 

Penanaman vegetasi pesisir seperti mangrove terbukti mampu meredam gelombang laut sekaligus mengurangi abrasi. Saluran drainase juga perlu dipastikan berfungsi baik agar genangan dapat mengalir secara optimal,”jelas pria asal Sampang Madura ini.

Dalam kesempatan yang sama, politisi NasDem tersebut juga menghimbau masyarakat  memantau peringatan resmi dari BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah. Informasi mengenai pasang surut dan cuaca membantu masyarakat mengambil keputusan sebelum kondisi memburuk.

Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut  terutama saat fase pasang maksimum, baik karena pasang, badai, maupun perubahan iklim. 

Potensi pasang maksimum ini dipengaruhi oleh fase Bulan Baru (New Moon) yang terjadi pada pertengahan Januari 2026. Dalam periode tersebut, kondisi pasang surut laut diperkirakan mengalami pasang maksimum dan surut minimum. (Yudhie)

You may also like