Jatimsatu.net Anggota komisi D DPRD Jatim Dewanti Rumpoko mendesak pemprov untuk siaga untuk pemenuhan air bersih.
Pasalnya musim kemarau tahun ini diprakirakan jadi yang terpanjang, dengan sejumlah daerah berpotensi mengalami krisis air bersih.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengungkap bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi dengan sifat lebih kering dari biasanya (bawah normal) pada sebagian besar Zona Musim (64,5 persen).
“Saya mendesak pemprov Jatim dan pemda setempat untuk siaga akan kebutuhan air bersih dalam hadapi musim kemarau panjang tahun ini,”jelas politisi PDIP ini, Jumat(29/5/2026).
Mantan walikota Batu ini mengatakan selain penyediaan air bersih, pihaknya mendorong juga agar pemprov dan pemda di Jatim untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama musim kemarau untuk memicu hujan di wilayah yang mengalami kekeringan.
“Tentunya perlu dilakukan mitigasi terlebib dahulu daerah mana saja yang sangat mendesak membutuhkan air bersih. Kemudian jika sudah dilakukan mitigasi baru dilakukan OMC,”jelasnya.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Maret lalu sudah menyoroti sejumlah daerah yang berpotensi mengahadapi krisis air, terutama di Pulau Jawa.
Khusus di Jatim, sedikitnya 800 desa berpotensi mengalami kekeringan ekstrem. Daerah langganan yang paling disorot meliputi Bojonegoro (lebih dari 70 desa), Bondowoso, serta beberapa kabupaten lain seperti yang mulai mencatatkan status siaga darurat.(Yudhie)