Jatimsatu.net-Anggota komisi D DPRD Jatim Atika Banowati mengungkapkan kemarau panjang di bulan Juni 2026 sekarang berdampak kabupaten Ngawi mengalami krisis air bersih.
“Dari laporan yang masuk lebih dari 3.000 warga yang tersebar di 11 desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terancam mengalami krisis air bersih hingga sekarang ini,”ungkap politisi Golkar ini, Sabtu (20/6/2026).
Dia lalu merinci dari jumlah tersebut ada 11 dusun di 11 desa pada 5 kecamatan di Kabupaten Ngawi yang terancam krisis air,”Oleh sebab itu saya mendorong BPBD Jatim dan pihak terkait lainnya untuk gercep untuk mengatasi krisis air di Ngawi,”jelasnya.
Atika juga minta agar pemda terkait untuk perkuat koordinasi dengan pihak Perhutani untuk mengantisipasi kebakaran hutan dimusim kemarau panjang saat ini.
“Saya juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau,”jelasnya.
BMKG memprediksi musim kemarau di Kabupaten Ngawi meluas dan sifatnya lebih kering dengan durasi yang lebih panjang pada Juni 2026. Puncak musim kemarau di wilayah Jawa Timur umumnya diperkirakan akan terjadi pada periode Juli hingga Agustus 2026.
Kemarau diprakirakan lebih kering dari normalnya, dengan curah hujan bulanan yang berada dalam kategori Bawah Normal hingga Normal.
Walaupun wilayah Jawa Timur secara umum telah memasuki kemarau pada bulan Juni, BMKG masih mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat dinamika atmosfer lokal. (Yudhie)