+1.62%

S&O 500 5,382.45

-0.47%

US 10 Yr 400

+2.28%

Nasdaq 16,565.41

+2.28%

Crude Oil 16,565.41

-0.27%

FTSE 100 8,144.87

+1.06%

Gold 2,458.10

-0.53%

Euro 1.09

+0.36%

Pound/Dollar 1.27

Jumat, April 17, 2026

Usulan Berdiri Fakultas Kedokteran di Kaki Suramadu Menguat, Agus Wahyudi: Bisa Majukan Masyarakat Madura

by Tri Wahyudi
0 comments

Jatimsatu.net- Anggota DPRD Jawa Timur Agus Wahyudi mengatakan pihaknya mendukung adanya usulan pembangunan fakultas kedokteran dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dimana manfaat ke depannya bisa mengangkat perekonomian di Madura.

“Usulan pendirian kampus kedokteran di Jembatan Suramadu saat ini sedang diupayakan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui berbagai langkah strategis, termasuk penguatan kolaborasi dengan RSUD Syamrabu Bangkalan,”jelas politisi NasDem ini, Selasa 30 September 2025.

Menurutnya pendirian Fakultas Kedokteran (FK) ini didorong oleh kebutuhan masyarakat akan tenaga medis yang merata dan berkualitas, mengingat jumlah dokter di Indonesia masih belum memenuhi standar WHO, serta keinginan UTM untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Madura dan Indonesia.

“Tentunya dengan dibangunkan fakultas kedokteran tersebut, tentunya mendorong masyarakat di Madura untuk mendaftarkan dirinya untuk meneruskan kependidikan lebih tinggi di tingkat universitas,”jelasnya.

Manfaat lainnya, kata Agus Wahyudi jika fakultas kedokteran didirikan di Suramadu yaitu memenuhi keterbatasan jumlah dokter dan konsentrasi tenaga medis di kota-kota besar. Tak hanya itu, jug meenyiapkan generasi dokter yang berintegritas dan berwawasan luas dan memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat di Madura dan sekitarnya.

Tak hanya itu, Agus Wahyudi juga mengungkapkan ketika fakultas kedokteran berdiri, juga perlu pula berdiri rumah sakit di Suramadu. “Saya kira rumah sakit ini bisa dimaksimalkan untuk warga Madura untuk berobat dengan jarak terdekat daripada ke RSUD Soetomo Surabaya. Saya berharap dan mendorong agar hal ini menjadi perhatian serius dari Pemprov Jawa Timur, “ungkap pria yang juga anggota komisi D DPRD Jawa Timur.

Dibubarkannya Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) di tahun 2020 silam meninggalkan gedung Rest Area ‘Tanean Lanjen’ berdiri tanpa tuan dan tidak bermanfaat.

Namun letak bangunan ‘Tanean Lanjen’ atau halaman depan dalam Bahasa Madura, sangatlah strategis sebagai etalase Pulau Madura dengan suguhan pemandangan keanggunan pesona bangunan Jembatan Suramadu yang menjadi salah satu ikon Provinsi Jawa Timur.

Dibangun di atas lahan seluas sekitar 14 hektar, bangunan Tanean Lanjeng berlokasi di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM), Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.UTM berinisiatif mengajukan kepada Kementerian PU selaku pemilik aset Tanean Lanjeng untuk dioptimalkan dan difungsikan sebagai Kampus II UTM yang diproyeksikan sebagai tempat perkuliahan Program Pascasarjana hingga FK di masa mendatang. (wan)

You may also like