Jatimsatu.net- Partai Demokrat Jawa Timur mulai memanaskan mesin elektoral lebih awal. Fokusnya yaitu penguatan struktur diperkuat salah satunya dengab Bimtek yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu.
Kepala Bakomstra DPD Demokrat Jatim, Mohammad Arbayanto, menegaskan bimtek bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan bagian dari strategi besar partai menghadapi kontestasi politik ke depan.
Menurutnya, kekuatan partai tidak bisa dibangun secara instan. Struktur harus solid. Mesin harus hidup. Kader harus paham peran.
Anggota DPRD Jatim Dapil Malang Raya itu mengatakan, bimtek diarahkan untuk meningkatkan kapasitas teknis kader. Terutama dalam peran sebagai juru bicara dan penulis digital partai.
“Kami membekali kader dengan kemampuan teknis jurubicara digital dan penulis digital. Ini kebutuhan mutlak,” katanya, Minggu (28/12/2025).
Arbayanto menilai politik hari ini tidak hanya ditentukan oleh kerja nyata. Tetapi juga oleh bagaimana kerja itu dipersepsikan publik.
“Politik sangat ditentukan persepsi. Persepsi dibangun lewat narasi, opini, dan pemberitaan yang konsisten,” ujarnya.
Ia menyoroti fenomena banyak pejabat publik dan partai politik yang sesungguhnya bekerja keras, namun gagal mendapatkan pengakuan publik.
“Tidak sedikit yang sudah bekerja luar biasa. Tapi karena minim pemberitaan, akhirnya dianggap tidak berkontribusi,” katanya.
Kondisi itu, lanjut Arbayanto, tidak boleh terjadi pada Partai Demokrat. Kerja harus seimbang antara aksi dan komunikasi.
“Kita tidak ingin Demokrat yang serius memperjuangkan kesejahteraan rakyat justru tidak terlihat karena lemahnya narasi,” tegasnya.
Karena itu, kader Bakomstra diminta aktif mengawal kerja-kerja legislatif dan eksekutif. Khususnya peran figur-figur strategis partai.
“Saya ingin ada kader yang secara khusus mengawal peran Mas AHY dan Mas Emil,” ucap Arbayanto.
Ia menyebut Demokrat berada pada posisi strategis. Secara nasional, Agus Harimurti Yudhoyono dinilai memiliki sumber daya elektoral yang kuat.
“Mas AHY sebagai ketua umum sekaligus Menko Infrastruktur adalah figur signifikan. Persepsi positif tentang beliau harus dijaga dan diperkuat,” katanya.
Di Jawa Timur, figur Emil Elestianto Dardak juga menjadi aset penting partai. Citra positif Emil dinilai harus terus dikuatkan hingga ke daerah.
“Mas Emil dikenal baik oleh masyarakat Jawa Timur. Opini positif tentang beliau harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapilu DPD Demokrat Jatim, Dedi Irwansyah, menegaskan bahwa kerja Bakomstra dan Bapilu tidak bisa dipisahkan.
“Bakomstra dan Bapilu ini bekerja beriringan untuk menaikkan elektoral partai,” katanya.
Menurut Dedi, Demokrat Jatim tengah menyiapkan mesin pemenangan sejak dini. Baik di ruang digital maupun di lapangan.
“Bahasa kami, ini serangan udara dan darat,” ujarnya.
Serangan udara dilakukan melalui narasi, pemberitaan, dan konten digital yang masif. Sementara serangan darat dijalankan lewat struktur partai yang menyapa langsung masyarakat.
“Infrastruktur partai harus turun. Menyapa. Berkontribusi dalam kegiatan sosial,” jelasnya.
Anggota DPRD Jatim Dapil Sidoarjo itu menegaskan, seluruh elemen partai, termasuk kader dan bakal caleg, harus bergerak bersama agar tercipta sinergi.
“Engagement harus dibangun bersama-sama agar hasilnya lebih maksimal,” kata Dedi.
Menurutnya, kerja ini bukan kerja jangka pendek. Melainkan kerja panjang yang mengandalkan mesin partai, bukan figur personal semata.
“Tidak ada kerja personal. Ini kerja mesin-mesin partai,” pungkasnya.(Setya)