Jatimsatu.net- Kinerja Dinas Kesehatan Jatim disorot. Pasalnya setiap tahun penderita Tuberkulosis (TBC) meningkat.
Data terbaru menunjukkan ada 50 hingga 55 ribu setahun.
“Data bagi saya eskalatif jumlahnya. Padahal anggarannya terbesar kedua di Jatim,”ungkap anggota komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas, Jumat (10/4/2026).
Pria asal Malang ini mengatakan masih tingginya Tuberkulosis di Jatim disebabkan banyak faktor.
“Optimalisasi layanan primer seperti pelayanan di klinik dan puskesmas yang ternyata mapping datanya belum jalan termasuk penyebaran obat TB serta screening belum maksimal ,”ujar politisi PKS ini.
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, utamanya menyerang paru-paru namun bisa menyebar ke organ lain seperti tulang, kelenjar, dan otak.
Penyakit ini menular melalui udara (droplet) saat penderita batuk/bersin. TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik intensif 6–12 bulan.
Dari data Dinkes Jatim diketahui, pada tahun 2025, jumlah penemuan kasus TBC di Jawa Timur mencapai 90.178 kasus.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 84.107 kasus telah mendapatkan pengobatan. Namun, masih terdapat kesenjangan sekitar 6,73 persen kasus yang belum tertangani.(Yudhie)