+1.62%

S&O 500 5,382.45

-0.47%

US 10 Yr 400

+2.28%

Nasdaq 16,565.41

+2.28%

Crude Oil 16,565.41

-0.27%

FTSE 100 8,144.87

+1.06%

Gold 2,458.10

-0.53%

Euro 1.09

+0.36%

Pound/Dollar 1.27

Jumat, April 17, 2026

Dilecehkan Tempo, Kader NasDem di Jatim Rame Rame Pasang Badan Untuk Surya Paloh

by Tri Wahyudi
0 comments

Jatimsatu.net- Aksi protes Kader NasDem memprotes laporan utama Majalah Tempo dengan judul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” dan sampul yang menampilkan karikatur Surya Paloh merembet di daerah.

Di Jatim misalnya puluhan kader NasDem dari beberapa DPD NasDem se Jatim melakukan aksi protes tersebut.

Menurut ketua DPD NasDem kabupaten Pasuruan Siti Salamah aksi yang digelar dikantor DPW NasDem Jatim untuk menunjukkan kalau kader NasDem di Jatim solid.

“Kami akan menanggapi majalah Tempo atau Tempo yang telah memberikan kritik tapi tidak mempunyai etika terhadap ketum NasDem Surya Paloh,”ungkapnya dalam orasinya, Rabu 15/4/2026.

Menurut anggota DPRD Jatim tersebut Kritik boleh, menghina? Jangan, karena sosok Surya Paloh adalah  separuh hati dari seluruh kader di Indonesia termasuk di Jatim.

Bahkan, dalam orasinya Siti Salamah mengatakan bahwa darah para kader NasDem untuk sosok Surya Paloh yang juga ketua umum NasDem.

“Sampai di titik ini atas perjuangan kontribusi yang 100% dari Ketua Umum,

kita masih berdiri di sini. Makanya kami idak terima ketum NasDem bapak Surya Paloh dihina oleh Tempo,”jelasnya.

Kritik tajam dari Tempo (melalui editorial dan laporan utamanya per April 2026) terhadap pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto berfokus pada dugaan manuver politik yang dianggap hanya demi kepentingan pribadi dan pragmatisme kekuasaan. 

Kritik keras tertuju pada ide penggabungan (merger) antara Partai Gerindra dan NasDem yang muncul pasca-pertemuan. Dalam artikel berjudul PT NasDem Indonesia Raya Tbk, Tempo mengibaratkan manuver ini seperti penggabungan perusahaan (akuisisi) yang mengabaikan kedaulatan kader di bawahnya.

Tempo menilai Surya Paloh dalam posisi terjepit karena NasDem tidak memiliki kader di kabinet (tidak punya akses kekuasaan langsung), sehingga pertemuan diam-diam ini dianggap sebagai upaya untuk mencari “jalan aman” agar tetap relevan di lingkaran kekuasaan.(Yudhie)

You may also like