Jatimsatu.net- Provinsi Jawa Timur dinilai sangat layak dan strategis untuk menjadi bagian salah satu pendukung utama dalam pengembangan kawasan pangan terintegrasi di Indonesia yang menjadi bagian dari program presiden Prabowo untuk pertumbuhan ekonomi 7,5 persen tahun 2027
Anggota komisi B DPRD Jatim Ro’aitu Nafif Laha membeberkan alasan Jatim layak jadi bagian dari pengembangan kawasan pangan terintegrasi di Indonesia yaitu Jatim secara konsisten menyumbang sekitar 51–52% produksi gula nasional dan memiliki potensi besar untuk mendukung swasembada gula.
“Selain itu, posisi strategis Jatim sangat kuat dalam menjaga ketahanan pangan dari sektor peternakan”kata politisi Gerindra tersebut, Sabtu (9/5/2026).
Dia mengatakan juga keberhasilan Jatim didukung oleh kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan sektor terkait lainnya, menciptakan ekosistem pertanian yang solid.
“Jatim fokus pada pengembangan ketahanan pangan dari tingkat desa, memaksimalkan produktivitas lokal,”jelasnya.
Tak hanya itu, kata Ro’aitu Nafif Laha, melalui gubernur Khofifah, bahwa Jawa Timur juga menyatakan kesiapannya untuk bergerak cepat di garis terdepan dalam mendukung program prioritas nasional, yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi masyarakat, menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan pengembangan Kawasan Pangan Terintegrasi sebagai salah satu program prioritas utama dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
Kebijakan ini bertujuan mempercepat swasembada pangan nasional—khususnya beras dan jagung—yang ditargetkan tercapai pada tahun 2027, lebih cepat dari rencana awal.
Selain pangan, pemerintah juga fokus pada 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih dan 40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik sebagai bagian dari kedaulatan pangan.(Yudhie)