+1.62%

S&O 500 5,382.45

-0.47%

US 10 Yr 400

+2.28%

Nasdaq 16,565.41

+2.28%

Crude Oil 16,565.41

-0.27%

FTSE 100 8,144.87

+1.06%

Gold 2,458.10

-0.53%

Euro 1.09

+0.36%

Pound/Dollar 1.27

Sabtu, September 12, 2026

Gelorakan Cinta Rasul, Mat Mochtar Hadirkan Maulid Nabi Dan Haul di Masjid Al-Mukiyah Bulak Banteng

by Tri Wahyudi
0 comments

Jatimaatu.net— Suasana khidmat, meriah, dan penuh kekeluargaan menyelimuti kawasan Jalan Bulak Banteng Kidul, Surabaya, saat Masjid Al-Mukiyah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Acara akbar yang dihadiri oleh ratusan jemaah dari berbagai penjuru Kota Pahlawan ini tidak hanya menjadi ajang syi’ar Islam, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi umat melalui tausiyah inspiratif dan pesan-pesan moral kebangsaan.

​Peringatan hari lahir Baginda Nabi Besar Muhammad SAW di masjid yang didirikan oleh tokoh masyarakat Jawa Timur, H. Moch. Mochtar (Mat Mochtar), ini menghadirkan penceramah kondang Nyai Hj. Ainur Rahmah. Kehadiran beliau dinanti-nanti oleh para jemaah, khususnya kaum ibu majelis taklim, yang memadati area dalam hingga halaman masjid.

​Dalam ceramahnya, Hj. Ainur Rahmah mengupas tuntas pentingnya menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas ibadah serta memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. 

Beliau menekankan bahwa suri teladan Nabi Muhammad SAW mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari pribadi yang jujur (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan kebenaran (tabligh), hingga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual (fathanah).

​”Kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dibuktikan dengan lantunan shalawat di bulan Rabiul Awwal, tetapi harus diimplementasikan dengan menjaga kerukunan, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, serta memperlakukan sesama manusia dengan penuh kasih sayang,” ujar Hj. Ainur Rahmah, Jumat (10/9/2026).

​Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi muda yang berakhlakul karimah di tengah gempuran era digital saat ini. 

Menurutnya, pondasi keimanan yang ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga akan menjadi benteng utama anak-anak muda dari pengaruh negatif modernitas.

​Sementara itu, tokoh masyarakat Jawa Timur sekaligus pendiri Masjid Al-Mukiyah, Mat Mochtar,mengatakan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi yang berjalan sukses dan lancar. Ia menegaskan bahwa Masjid Al-Mukiyah yang dibangun sebagai wujud cinta abadi kepada sang ibunda tercinta, almarhumah Hj. Mukiyah, harus senantiasa difungsikan secara maksimal sebagai pusat kegiatan umat, dakwah, dan pemersatu masyarakat.

​Dalam pandangannya, Mat Mochtar menyoroti bahwa peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi memiliki makna strategis bagi masyarakat Jawa Timur untuk terus merawat tradisi kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

​”Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita jadikan Rasulullah sebagai panutan utama dalam menjaga persatuan bangsa. Kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Surabaya, mari kita terus makmurkan masjid ini, pererat ukhuwah islamiyah, dan jangan pernah putus berbakti kepada orang tua serta sesama,” ungkap Mat Mochtar.

​Acara yang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, alim ulama, serta unsur pejabat daerah setempat ini ditutup dengan doa bersama demi keselamatan bangsa, kedamaian Kota Surabaya, serta keberkahan bagi seluruh jemaah yang hadir. Kehangatan peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Mukiyah ini sekaligus menegaskan kuatnya akar tradisi keagamaan di kalangan masyarakat pesisir utara Surabaya.(Yudhie)

You may also like