Jatimsatu.net- Anggota DPRD Jawa Timur Satib mengatakan pihaknya menghimbau warga di sekitaran gunung Semeru terus meningkatkan kewaspadaan pasca erupsi Semeru beberapa waktu lalu.
“Ibarat kata sedia payung sebelum hujan. Warga harus waspada dan upayakan menekan korban jiwa jika terjadi letusan,”ungkap politisi Gerindra ini, jumat 21 November 2025.
Pria yang berangkat dari dapil Jember dan Lumajang ini mengatakan dirinya menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan luncuran awan panas agar segera mengamankan diri dan mengevakuasi secara mandiri
Anggota komisi D DPRD Jawa Timur ini juga mengimbau masyarakat tetap mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Semeru mengingat potensi awan panas dan banjir lahar dingin
“Jangan aktifitas dahulu sampai benar-benar dinyatakan aman,”terangnya.
Kepada pemprov, Satib berharap untuk gercep dalam memenuhi kebutuhan warga yang terdampak dan ditempat pengungsian.
“Mulai siapkan dapur umum ditempat yang aman. Pemenuhan air bersih dan kebutuhan sehari-hari warga ditempat pengungsian harus dipenuhi.Ini bentuk perhatian pemerintah hadir ditengah warga yang butuh,”jelasnya.
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu sore (19/11) lalu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, membuat ratusan warga panik dan harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat aman.
Sedangkan data sementara BPBD Jawa Timur per Kamis (20/11) pukul 05.40 WIB mencatat sekitar 346 pengungsi dari Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.
Di Pronojiwo, tersedia empat lokasi pengungsian, termasuk SDN 04 Supiturang dan Masjid Ar-Rahmah, Desa Oro-Oro Ombo.
Sementara di Candipuro, empat lokasi pengungsian tersedia, antara lain SD Negeri 2 Sumberurip dan Kantor Kecamatan Candipuro.(Yudhie)