Jatimsatu.net- Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan untuk reaktivasi (penghidupan lagi) jalur kereta api di Jawa Timur yang sangat potensial berada di jalur tengah yaitu Jombang ke Babat.
“Kami sudah usulkan dengan adanya surat dari gubernur kepada Menteri Perhubungan. Selain jalur tersebut, juga ada jalur dari Jember-Bondowoso (Kalisat) sampai dengan Panarukan,”ungkapnya, selasa (30/9/2025).
Menurutnya, pihaknya juga ingin agar Inggris juga membantu mengaktifkan kembali jalur-jalur mati yang dibangun Belanda.”Tentunya sesuai rekomendasi dan persetujuan Direktorat Jenderal Perkeretarapian Kemenhub di Jakarta,”jelasnya. Khusus di Madura, Nyono mengaku di pulau garam tersebut juga ada jalur kereta api mati peninggalan Belanda.
“Disana (Madura) ada yaitu dari Kamal sampai Pamekasan dan Pamekasan ke Sumenep. Namun disana konflik sosialnya tinggi sekali tak diusulkan dihidupkan lagi,”jelasnya.
Untuk lintas tengah yaitu Jombang ke Babat sudah dilakukan FS (Feasibility Study/Studi Kelayakan) oleh PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api).”Kondisi dilapangan masih bagus sekitar 60 persen dan bisa diaktifkan kembali. Termasuk juga dari Jember-Bondowos ke Panarukan, “tuturnya. Tujuan menghidupkan kembali jalur kereta api mati tersebut harus dilaksanakan mengingat dulu menjadi tulang punggung angkutan darat di Jawa Timur.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 2.233 kilometer jalur kereta api yang dalam status nonaktif.Jalur-jalur ini tersebar di berbagai wilayah dan memiliki potensi besar untuk mendukung konektivitas dan transportasi nasional jika diaktifkan kembali.
Sementara itu, dari data yang ada di Jawa Timur yang akan menjadi target akan dihidupkan kembali jalur kereta api yang mati tersebut diantaranya Jombang-Babat-Tuban,Kalisat-Panarukan,Madiun-Slahung,Sidoaro-Tulangan-Tarik dan Kamal-Sumenep.(yudhie)